BEKASI Lensa Pemburu News– Pasca kebakaran lahan akibat tumpukan sampah di Kampung Markan, RW 03, Kelurahan Bojong Rawalumbu, Lurah Bojong Rawalumbu, Warjan, turun langsung meninjau lokasi bersama staf kelurahan pada Minggu, 19 Oktober 2026.
Kehadiran Lurah Warjan bertujuan memastikan kondisi warga pasca peristiwa kebakaran sekaligus membahas solusi jangka panjang agar lahan kosong yang selama ini menjadi sumber masalah dapat dimanfaatkan untuk kepentingan warga.
Di hadapan para Ketua RT dan tokoh masyarakat, Lurah Warjan menyampaikan bahwa lahan bekas kebakaran tersebut akan ditata dan difungsikan secara positif.
“Nanti akan kita jadikan fasilitas seperti tempat bermain anak, juga sarana lapangan olahraga dan juga area berkebun, agar ke depan warga mendapatkan hasil dari perkebunan untuk warga,” ujar Warjan di lokasi.
Lurah juga memerintahkan Ketua RT 06, Yudi, dan seluruh RT yang hadir untuk segera menyusun rencana kerja. Seluruh warga RW 03 diminta terlibat aktif, bersama dengan Linmas, Karang Taruna, dan tokoh masyarakat, dalam membersihkan dan menata lahan tersebut.
Ketua RW 03 Tidak Hadir, Dihubungi Tak Merespon
Peninjauan dan diskusi tersebut dihadiri tokoh masyarakat antara lain Darsiwah, Penin, Tumiran, Samin, Maning (Ketua Forum Warga Kp. Markan), serta para Ketua RT: RT 05 Ajan, RT 06 Yudi, RT 07 Masin, dan RT 08 Boin. Namun, satu sosok yang sangat dinantikan justru tidak terlihat.
Ketua RW 03, Heliyana, tidak hadir tanpa keterangan. Padahal wilayahnya sendiri yang menjadi lokasi kejadian.
Lurah Warjan dilaporkan telah berupaya menghubungi beliau berkali-kali melalui telepon dan pesan singkat, namun tidak ada tanggapan sama sekali. Sikap ini disayangkan oleh warga maupun tokoh masyarakat yang hadir.
“Yang disayangkan, Ketua RW 03 Heliyana kenapa tidak hadir? Lurah sudah hubungi berkali-kali, tidak direspon bahkan pesan pun tidak dibalas. Apakah pantas seorang pejabat lingkungan yang dipilih warga tidak hadir saat warganya butuh?” ucap salah satu tokoh masyarakat yang hadir.
Warga Juga Pertanyakan Aktivitas PT. Mirae Cipta Indah
Selain soal ketidakhadiran Ketua RW, warga juga mempertanyakan keberadaan PT. Mirae Cipta Indah yang beroperasi di wilayah tersebut, khususnya terkait pengelolaan limbah yang diduga sering dibuang di area RW 03. Media juga mencatat akan menindaklanjuti dengan konfirmasi resmi kepada pihak perusahaan terkait hal ini.
Sementara itu, Ketua RT 06 Yudi menyambut baik langkah Lurah dan berharap penataan Kampung Markan segera terlaksana.
“Mudah-mudahan dengan kehadiran lurah, Kampung Markan bisa menjadi lebih baik,” ucap Yudi penuh harap.(RDS)

