PROYEK PENINGKATAN JALAN DI PERTANYAKAN , KOORDINASI DI KRITISI

Proyek Peningkatan Jalan Jati Raya Kayuringin Jaya: Pengerjaan Dipertanyakan, Koordinasi Dikritisi

BEKASI, 18 Oktober 2026 – LENSA PEMBURU NEWS

Pembangunan dan pengecoran Jalan Jati Raya di lingkungan RW 12 dan RW 24, Kelurahan Kayuringin Jaya, Kecamatan Bekasi Selatan, Kota Bekasi, menuai sorotan dari warga dan pengurus lingkungan. Proyek yang dikerjakan oleh kontraktor pemenang tender PT Linita Kreasi Persada dinilai tidak menjalankan prosedur koordinasi yang layak kepada pihak berwenang di wilayah tersebut.

 

Proyek Bernilai Miliaran Rupiah

Berdasarkan data yang dihimpun, proyek pengecoran dan peningkatan Jalan Jati Raya ini memiliki nilai anggaran sebesar Rp1.386.880.531,00 dengan target masa pengerjaan selama 77 hari kalender. Proyek ini diharapkan dapat memperbaiki kualitas jalan yang selama ini menjadi akses vital warga dua lingkungan tersebut.

 

Koordinasi Dikritisi: Kontraktor Lebih Koordinasi ke Ormas?

Yang menjadi sorotan utama adalah pola koordinasi yang dilakukan pihak kontraktor. Saat akan melakukan penutupan jalan guna pelaksanaan pekerjaan, pihak PT Linita Kreasi Persada diketahui tidak melakukan konfirmasi maupun pemberitahuan resmi kepada pihak Kelurahan, Babinsa, Bimaspol, maupun ketua RW setempat.

Sebaliknya, kontraktor justru terlihat lebih dulu melakukan koordinasi dengan unsur organisasi kemasyarakatan atau ormas di wilayah tersebut. Hal ini dinilai warga dan pengurus lingkungan sebagai langkah yang tidak pada tempatnya.

“Seharusnya kontraktor menghormati struktur yang ada di wilayah ini. Yang punya kewenangan dan tanggung jawab keamanan dan ketertiban di lingkungan ini adalah Kelurahan, Babinsa, Bimaspol, dan pengurus RW. Bukan ke ormas. Ini menyalahi tata tertib dan aturan kerja proyek di lingkungan masyarakat,” ungkap salah satu pengurus RW yang enggan disebut namanya.

 

Warga Berharap Pihak Terkait Tindak Lanjuti

Kekhawatiran warga bukan hanya pada masalah prosedur, tetapi juga bagaimana proses pekerjaan akan berjalan. Tanpa koordinasi yang baik dengan aparat wilayah dan pengurus lingkungan, dikhawatirkan akan muncul keresahan, kesalahpahaman, hingga konflik sosial selama masa pengerjaan berlangsung. Warga meminta instansi pemberi tugas dan pihak Kelurahan Kayuringin Jaya untuk segera menindaklanjuti hal ini agar proses pekerjaan dapat berjalan lancar, aman, dan sesuai ketentuan yang berlaku.(RDS)

Baca Juga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *