Munculnya papan bunga tersebut menunjukkan bahwa persoalan pelayanan air bersih masih menjadi perhatian masyarakat. Sejumlah pelanggan sebelumnya juga menyampaikan keluhan mengenai kualitas maupun kontinuitas distribusi air bersih di beberapa wilayah Kota Bekasi.
BEKASI LENSA PEMBURU NEWS
Salah seorang warga *Perumnas I Kranji, Jalan Jambu Raya, Kota Bekasi,* mengaku telah berulang kali melaporkan kebocoran pipa air yang berada di depan rumahnya melalui layanan pengaduan PDAM Tirta Patriot. Namun, hingga kini, menurut pengakuannya, perbaikan belum juga dilakukan.
*”Saya memang sudah lama tidak memakai layanan PDAM, tetapi kebocoran pipa di depan rumah belum juga diperbaiki sejak 2025. Air bersih terus terbuang ke comberan. Saya sudah menghubungi petugas berkali-kali dan hanya dijanjikan akan diperbaiki, tetapi sampai sekarang belum ada tindak lanjut,”* ujar seorang warga Perumnas I Kranji, Jalan Jambu Raya, Kota Bekasi.
Menurut warga tersebut, kebocoran yang berlangsung cukup lama menyebabkan air bersih terus mengalir ke saluran drainase sehingga menimbulkan pemborosan sumber daya air.
*”Sangat disayangkan, air bersih terus mengalir dan terbuang ke saluran drainase (comberan). Bahkan air di saluran itu sampai terlihat bening karena terus dialiri air bersih dari pipa yang bocor. Kami berharap PDAM Tirta Patriot segera memperbaiki kebocoran ini agar tidak terjadi pemborosan air dan pelayanan kepada masyarakat bisa lebih baik,”* tambahnya.
Keluhan tersebut menjadi salah satu contoh aspirasi masyarakat yang mengharapkan peningkatan kecepatan respons terhadap laporan pelanggan, sekaligus menjadi masukan bagi penyelenggara pelayanan publik untuk memperbaiki kualitas layanan secara berkelanjutan.
( Red )

