Menurut salah satu warga yang berhasil kami temui, ialah Ustad Aan Mustopa Kamal, Banjir yang terjadi di lingkungannya merupakan penomena alam yang biasa ketika musim penghujan datang, tambahnya lagi, hal ini ialah sebuah pemandangan yang telah berlangsung lama, dari semenjak dirinya masih kecil hingga kini telah memiliki anak usia remaja, banjir ini terus ada setiap tahunya.
“Terkadang pada setiap pergantian kepemimpinan dirinya berharap, bahwa kelah aka nada seorang pemimpin yang bisa memutus benang merah dari permasalahan banjir ini, namun hingga saat ini belum ada yang bisa mewujudkan perwakilan dari harapanya tersebut”. Mudah mudahan kedepnnya ada solusi dalam menindak lanjuti masalah ini, punkasnya.
Dilain tempat namun masih di Desa Mulyasari Kecamatan Pamanukan Kab Subang, beberapa warga terlihat mengungsi di bawah fly over Pamanukan setelah air masuk ke dalam rumah mereka. Barang-barang berharga dan peralatan rumah tangga diamankan seadanya guna menghindari kerusakan lebih parah. Mereka yang mengungsi ke bawah fly Over Pamanukan ialah mereka yang dimisilinya yang tidak jauh dari lokasi, seperti warga Kampung Dukun, Kampung Lumbung, dan jalitri.
Hingga berita ini diturunkan, intensitas air masih tinggi di sejumlah titik pemukiman warga. Warga berharap adanya perhatian dan penanganan cepat dari pihak terkait guna mencegah banjir semakin meluas serta membantu kebutuhan warga terdampak. OMR
